Bawang putih telah lama dikenal sebagai rempah-rempah dengan segudang manfaat kesehatan. Namun, muncul pertanyaan umum terkait cara terbaik mengonsumsi bumbu dapur ini untuk mendapatkan khasiat maksimal: apakah lebih baik dikunyah atau ditelan utuh? Penelitian menunjukkan bahwa metode konsumsi memengaruhi pelepasan senyawa aktif penting di dalamnya, terutama allicin. Mengunyah, menghancurkan, atau mencincang bawang putih lalu mendiamkannya sejenak merupakan cara paling efektif untuk memaksimalkan produksi allicin, senyawa yang bertanggung jawab atas sebagian besar manfaat terapeutiknya.
Bawang putih (Allium sativum) merupakan anggota keluarga bawang-bawangan yang kaya akan senyawa sulfur. Senyawa-senyawa ini, termasuk allicin, dipercaya memiliki sifat antibakteri, antijamur, antivirus, dan antiinflamasi. Beberapa manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan bawang putih meliputi dukungan terhadap sistem kekebalan tubuh, potensi penurunan tekanan darah, kolesterol, dan risiko penyakit jantung.
Allicin adalah senyawa utama yang memberikan sebagian besar manfaat kesehatan pada bawang putih. Senyawa ini tidak hadir secara langsung di dalam bawang putih utuh,
melainkan terbentuk melalui reaksi kimia ketika sel-sel bawang putih rusak. Proses ini terjadi saat bawang putih dikunyah, dihancurkan, atau dicincang.
Enzim bernama alliinase, yang terpisah dari prekursor allicin (alliin) di dalam sel, akan bereaksi dan membentuk allicin.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, para ahli merekomendasikan metode berikut:
Menelan bawang putih utuh, seperti layaknya pil, memang aman dan tidak berbahaya bagi pencernaan. Namun, cara ini tidak akan menghasilkan allicin sebanyak metode mengunyah atau menghancurkan. Tanpa kerusakan sel yang signifikan, enzim alliinase tidak dapat bereaksi secara maksimal dengan alliin. Akibatnya, manfaat terapeutik yang diperoleh mungkin tidak seoptimal mengonsumsi bawang putih yang telah dihancurkan. Beberapa senyawa bermanfaat mungkin tetap diserap, tetapi potensi penuhnya tidak tercapai.
Berdasarkan analisis, cara terbaik untuk mengonsumsi bawang putih demi mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal adalah:
Meskipun bawang putih umumnya aman, beberapa individu mungkin mengalami efek samping. Efek samping umum meliputi bau mulut, bau badan, sensasi terbakar di mulut atau tenggorokan, mulas, dan ketidaknyamanan pencernaan. Pada beberapa kasus, bawang putih dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, seperti pengencer darah. Konsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi bawang putih dalam jumlah besar atau sebagai suplemen sangat disarankan.
Sumber : www.halodoc.com ,www.cookpad.com